Sejarah Desa Lalang

Warisan Budaya

  • Sejarah Desa

Sejarah tentang awal mulanya Desa Lalang masih di dengar dari mulut ke mulut masyarakat saja. Sehingga Sejarah tentang Desa Lalang masih terkesan abu-abu. Peraturan Desa yang mengikat diharapkan bisa segera dibuat guna menentukan hari jadi Desa Lalang. Dengan adanya peringatan hari jadi, pemerintahan desa bisa menyelenggarakan event berbasis kebudayaan yang bisa diagendakan setiap tahunnya.

Sejarah Desa Lalang tidak terlepas dari sejarah panjang kolonial Belanda yang menjadikan pulau Belitong sebagai company island atau pulau perusahaan Timah milik kerajaan Belanda di era tahun 1800an terutama pembukaan distrik baru yaitu distrik Manggar yang mulai dibuka pada tahun 1871. Desa Lalang menjadi daerah penting dalam pembukaan Distrik Baru ini terutama ketika terjadi perpindahan pusat perkantoran dan permukiman perusahaan Timah yang bernama billiton maatschapaj ke areal Bukit Samak yang masuk kedalam wilayah bukit samak. Berdasarkan peta kuno Belanda pada tahun 1874 terdapat penamaan pangkalan lalang yang menjadi cikal bakal terbentuknya perkampungan lalang. Hanya saja sampai sekarang belum ditetapkan sebagai sejarah awal dari desa yang dituangkan kedalam peraturan desa. Melaui program pemajuan kebudayaan ini diharapkan nantinya sejarah berdirinya Desa Lalang bisa dirumuskan dengan dimasukkan kedalam Dokumen Pemajauan Kebudayaan Desa Lalang.

Desa Lalang memiliki 8 dusun yang memiliki sejarah penamaan yang saling terkait dengan sejarah timah di kota Manggar pada umumnya dan Desa Lalang pada khususnya.

Adapun nama-nama dusun yang ada di Desa Lalang adalah

  1. Dusun Durian, adapun asal usul namanya adalah dikarenakan dahulu di dusun ini terdapat banyak pohon durian, dan sekarang masih tersisa 2 pohon di pintu masuk dusun ini seperti sebuah gerbang.
  2. Dusun Kartini, adapun asal usul namanya adalah merujuk pada nama jalan di dusun ini yaitu jalan Kartini.
  3. Dusun Sawah, adapun asal usul namanya terdapat 2 pandangan yang berbeda, yaitu yang pertama, dahulu di daerah dusun ini adalah lahan persawahan, adapun yang kedua bermakna sindiran dikarenakan dulu jalan di dusun ini becek seperti berada di sawah.
  4. Dusun Terang Bulan, adapun asal usulnya adalah pada sekitar tahun 1950an terdapat gundukan pasir seperti pegunungan dan pada saat bulan purnama/terang bulan (dalam bahasa Belitong) banyak masyarakat yang sering mengunjungi gundukan pasir ini yang terlihat sangat indah dan suasananya terasa nyaman sehingga banyak masyarakat yang datang ketika bulan purnama/terang bulan.
  5. Dusun Sekip, adapun asal usul namanya adalah dulunya daerah ini merupakan areal lapangan tembak (sekip) yang digunakan oleh tentara Belanda untuk latihan perang.
  6. Dusun Taruna Mulya, adapun asal usul namanya adalah dikarenakan di daerah ini terdapat perumahan taruna kepolisian.
  7. Dusun Ban Motor, adapun asal usul namanya adalah dulunya di era perusahaan Timah terdapat bengkel perusahaan di daerah ini yang menumpuk ban-ban mobil dan motor bekas perusahaan di sepanjang jalan.
  8. Dusun Samak, adapun asal usul namanya adalah dulunya terdapat 2 pandangan yang berbeda, yang pertama dikarenakan di daerah ini banyak sekali ditemukan pohon samak, sedangkan pandangan yang kedua merujuk pada peta kuno Belanda yang menyebutkan areal ini dengan nama Bukit Semak yang lama kelamaan disebutlah samak.

Desa Lalang hanya berjarak sekitar 1 KM dari ibu kota Kabupaten Belitung Timur yaitu Kota Manggar. Secara umum Desa Lalang berada di kawasan pesisir yang memiliki garis pantai yang cukup panjang, diantaranya Pantai Nyiur Melambai, Pantai Mudong, Pantai Teropong, Pantai Keramat, Pantai Golf, Pantai Oliepier dan Pantai Tebing. Selain berada di kawasan pesisir terdapat tiga dusun yang berada di daerah perbukitan yaitu diareal bukit samak yang menyimpan banyak sekali sejarah kolonial beserta keanekaragaman pepohonan di areal ini.

#

Kembali ke Budaya